Apa yang Menyebabkan Masalah Judi?

Menurut definisi, sains mengeksplorasi dan menggambarkan hubungan sebab akibat antara subjek yang dipelajari. Oleh karena itu, ilmu di balik perjudian harus berurusan dengan penyebab, serta efek psikologis dari perjudian.

Beberapa faktor yang berkontribusi di dalam mengembangkan hubungan tidak sehat dengan judi dan dopamin adalah:

  • Lingkungan berbahaya dan tidak mendukung
  • Kurangnya pengetahuan tentang masalah judi
  • Faktor biologis spesifik dan kondisi otak
  • Genetika / Elemen keturunan
  • Komponen budaya
  • Gangguan dan kondisi psikologis

Bahaya dari judi ini biasanya datang dari perilaku cuek atau tidak ingin tahu. Sebagai contoh, Kekeliruan Penjudi (juga Kekeliruan Monte Carlo) adalah salah satu mitos paling terkenal yang diyakini para penjudi.

Ini mengacu kepada kepercayaan yang salah kalau hasil dari permainan kasino secara berhubungan dependen. Pendukung mitos kasino ini tanpa hasil mencari ketertiban dan tujuan dalam permainan kasino kebetulan. Secara logika, salah presepsi seperti ini akan membawa masalah dari para penjudi ke menghabiskan lebih banyak, di mana ini adalah hal yang setiap pemain kasino harus hindari.

Ilusi kontrol membawa orang yang kecanduan untuk percaya bahwa keberuntungan tidak terlibat dalam kemenangan di kasino seperti yang sebenarnya. Tetap rasional dan bermain dengan kepala dingin adalah hal yang sangat direkomendasikan.

Ini adalah cara yang paling efisien untuk melakukan terapi pada para pecandu judi. Sebagai tambahan, konseling dan dukungan keluarga bisa memberikan kontribusi yang besar dan pemulihan yang cepat.

Masalah judi mungkin akan berkembang di siapapun. Tapi penelitian tertentu sudah menunjukkan kalau beberapa demografis dan suku grup lebih mudah untuk mengalami kecanduan judi dibandingkan yang lain.

Kami mengkategorikan kecanduan seperti berikut ini:

  • Remaja & dewasa muda
  • Orang dewasa yang mengalami krisis paruh baya
  • Penduduk asli
  • Imigran generasi pertama
  • Individu berpenghasilan rendah
  • Orang dengan masalah terkait kecanduan lainnya yang digarisbawahi
  • Jenis kelamin

Pertama, orang di bawah usia 18 tahun begitu juga ABG di usia tidak lebih dari 24 mungkin sudah sangat sadar tentang potensi bahaya berjudi. Karena emosi yang masih belum dewasa dan kurangnya kesadaran akan hal ini, inilah kenapa ada aturan yang mengatur tentang orang di bawah usia tertentu.

Dengan demikian, faktor yang mempengaruhi perkembangan perjudian. Fakta kalau beberapa gurp orang cenderung ke arah perilaku adiktif. Tetapi statistik ini seharusnya tidak membuat kamu khawatir. Sebaliknya, mereka harus berfungsi sebagai kata peringatan dan membantu kamu untuk mencegah perilaku berbahaya jika menemukan diri kamu di dalam situasi yang rumit.

Nah, itulah hal-hal yang bisa menyebabkan adanya masalah judi terjadi pada seseorang atau suatu kelompok.